Selasa, 07 Januari 2014

My Heart, My Love, My Experience

Bismillaahirrohmaanirrohiim...
Setiap manusia pasti punya pengalaman menarik dalam kehidupannya.
Aku, sebagai seorang wanita dari tiga bersaudara ingin berbagi cerita.
This is My Heart, My Love, My Experience...

Ada salah seorang pria yang begitu mempesona. Smart, cool, dilligent, pokoknya yang baik-baik deh. Suatu ketika, kita kemah bareng. Nah, di acara ini kita mulai saling kenal. Bercanda bareng, ngerjain proyek bareng, dan lain-lain. Kita mulai akrab. Ini kemah yang pertama. Pada saat kemah yang kedua, kita udah mulai deket, eh nggak tahunya aku mulai suka sama si dia (ehm).
Nah, waktu kita kemah di sini, kita diajak main kartu. Bukan ramalan sih, tapi menebak isi hati seseorang saat mengocok kartu. Yap, dari sinilah serunya. Pertama, kita disuruh ngocok kartu nih, tapi sambil menyebut nama orang yang disukai. Sengaja aku nunggu dia duluan. hihi.. Si penebak mulai memilah-milah kartu. Hasilnya cepet, to the point, dia bilang, "Si doski juga suka sama kamu, tapi ada orang lain yang suka sama dia, bahkan nembak hari ini pun kamu bisa buat dapetin dia." Ups! Sontak hatiku mendadak deg-degan dengernya. Yep, dan dengan beraninya aku mengambil kartu sambil berkata, "Sekarang giliranku." Kukocok-kocok kartuku dan kusebut namanya dalam hati. Stop! Lalu kuberikan pada Si penebak, setelah dipilih dan dipilah-pilah, dia berkata, "Do'i juga suka sama mbak, tapi ada orang lain yang suka dengannya. ...." dan aku lupa apa yang dikatannya setelahnya. Jujur seneng sih (haha) tapi, satu hal yang bikin aku penasaran, siapa ya orang lain yang dimaksud?
Oh iya, aku inget. Orang yang pernah deket sama dia adalah temen sekelasnya. Dia bernama tiiiit (sensor). Menurut cerita, konon dia adalah anak yang paling pintar di kelasnya. Rajin ngaji, cantik, calm, perfect deh. Kalah akunya. Emm.. aku pernah kenal sih, tapi nggak pernah ngobrol atau apalah, entahlah. Suatu ketika aku lewat di belakang si cewek ini, aku sapa, eh cuma ngelirik. Aduh, salah panggil ya? Sorry deh, mbak. (huft) Sebel sih, tapi.. ah, sudahlah.
Kadang aku bingung kenapa mbak cantik itu begitu, jadi nggak berani nyapa lagi deh. Sabaarr.. Emm apa mungkin ada keterkaitan dengan rasa sukaku pada pria yang sama. Duuh, tapi aku nggak bisa ngebohongin perasaanku.. hmm
Ternyata eh ternyata bener juga dugaanku. Ceritanya, dia punya sahabat cewek nih, nah sahabatnya itu temen deketnya si do'i. Lah, otomatis kan pernah diceritain tentang siapa orang yang mereka suka. Yah, kaya mak comblang gitu. (Apaan sih) Asal punya usul, usul punya asal, dia tahu kalau aku suka sama pria satu ini, nah otomatis dia belain sahabatnya dong daripada gue (hah, siapa gue?). Aah, kesel sih. Hmm.. aku tahu aku emang nggak lebih baik dari dia, tapi aku juga punya perasaan, meen (ups!).
Aduh, aduh, rasanya my heart, my love is "KrataK!". I don't know how I call it. Hampir setiap hari ketemu kan, namanya juga satu sekolah. Terus-terusan kaya gini juga nggak seru. Tapi, pria yang satu ini rupanya sedang dilanda asmara pada dua dunia (hii, sereem. Siapa yang di dunia lain ya?) Ah, intinya dia suka pada dua orang, tapi dia selalu mencoba untuk memihak pada salah satu diantara kita (asek). Nah, udah kaya ABG-ABG labil gitu, aku sempet nyanyi, bikin puisi, cerita, sampe mau bikin novel nggak jadi-jadi itu semua buat dia. MasyaaAllah.. Kurang kerjaan. Tapi sweet banget loh (haha). Dan, pada akhirnya, aku nyerah. Aku lebih nurut pada satu kalimat yang pernah temenku bilang, "Sudahlah, kalau jodoh nggak ke mana kok." dengan senyumnya yang sok imut tapi emang imut itu. Hmm.. Baiklah, aku pasrah. Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Konsen belajarmu tuuh, jangan to be GALAU aja.. Dan syukur alhamdulillah proses belajarku cukup memuaskan. Tapi teteep, harus ditingkatiin, ya nggak. Udah ah, intinya aku tahu dia juga suka sama aku (haha) egois! -.-
*to be continued...